Cinta memang aneh seperti tulisan saya

Apa yang akan anda lakukan ketika seseorang mengungkapkan perasaannya kepada anda. Haruskah kita menerima atau menolak. Kita sadar akan ada konsekuensi dari kedua hal tersebut. Seperti halnya saya yang bingung dengan hal itu.
Saya sadar jika saya juga menyukainya, tetapi ada hal yang membuat kita tidak bisa menerima langsung. Keprihatinan kita akan kebahagiaan pasti selalu ada. Saya tidak ingin menolak karena saya takut menyesal. Saya juga tidak menjawab " Iya ". Saya sadar jika saya sungguh licik dan dan menggantungkan hubungan. Hanya saja saya bingung harus berbuat apa. Saya hanya meminta waktu darinya agar saya bisa menjawab dengan baik dan tidak mengecewakan.
Sekarang saya takut kehilangannya. Saya hanya ingin bahagia. Saya merasa seolah cinta tidak hadir di saat yang tepat. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan ketika kami menjalani hubungan. Saya tidak ingin membuatnya kecewa. Saya berbeda dari yang lain. Namun bukan berarti saya aneh dan tidak normal. Saya selalu memimpikan cinta, tetapi saya tidak berani dengan cinta.
Dia memberikan sebuah janji jika dia tidak akan mernyerah dan akan kembali lagi. Sudah setahun lebih saya menunggu agar dia menepati janji. Tetapi dia sama saja dengan saya. Dia takut akan cinta. Saya menunggu tiap moment agar dia datang. Tetapi semuanya terlewat sia-sia. Pada awalnya kami hanya berhubungan lewat chatingan dan sebagainya. Namun dia berubah. Dia adalah orang yang plin-plan. Walau saya menyadari kekurangannya, saya tetap menunggu hingga saat ini. Saya tidak tahu kapan penantian ini akan berakhir. Apakah akhir bahagia atau sedih.
Belajar dari kisah ini, masih ada kisah lain. Saya pernah menyukai seorang kakak kelas. Dia adalah pria yang cool dan menurut saya hampir sempurna. Saya adalah pengagum rahasianya. Selama tiga tahun saya menyimpan rahasia tersebut dan dia memang tidak tahu. Saya tidak pernah mengungkapkan perasaan dan tidak pernah berusaha untuk memberi sinyal padanya. Perasaan tersebut hanya saya sendiri yang tahu. Tetapi saya tidak pernah merasa sedih. Saya cukup bahagia dengan melihatnya. Bahkan teman dan sahabat saya juga tidak tahu hal tersebut. Namun perasaan kagum selama tiga tahun tersebut lenyap begitu saja karena seorang pria yang saya ceritakan pada awal kisah. Saya tidak tahu apa yang membuat saya menyukainya. jika si pria tiga tahun, saya menyukainya karena dia itu sesuai dengan keinginan saya dan banyak alasan yang bisa dijelaskan. Tetapi, berbeda dengan si pria satu tahun. Hanya saja saya merasa sangat bahagia dan dia membuat saya istimewa.

Komentar

Postingan Populer